5 Tips Manajemen Finansial Mahasiswa

5 Tips Manajemen Finansial Mahasiswa— Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang dituntut untuk memiliki pola pikir yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing dalam konteks global. Salah satu karateristik mahasiswa yang cerdas adalah dia pandai memanajemen finansialnya sendiri, entah sumber dananya dari orangtua maupun hasil bekerjanya sendiri. Untuk itu, sebagai mahasiswa haruslah cerdas dalam mengatur pengeluaran yang disesuaikafinhasiswaakhirn dengan pemasukan. Jangan sampai seperti pepatah berikut “Besar pasak daripada tiang” yang mana berarti pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Selain cerdas, mahasiswa juga dituntut kreatif. Kreatif dalam hal manajemen finansial disini berarti, dimana mahasiswa bisa menciptakan dan menggunakan benda-benda lama yang memang masih bisa digunakan untuk difungsikan kembali. Bekal cerdas dan kreatif juga belum cukup untuk bisa menjadi mahasiswa yang sukses dalam hal mengatur keungan pribadi. Mahasiswa zaman sekarang juga dituntut untuk bisa bersaing secara global, dimana mahasiswa melakukan suatu hal yang mampu membuatnya berguna bagi bangsa dan negaranya.

Jika kamu belum bisa memenuhi 3 kareteristik mahasiswa yang sukses manajemen finansialnya, berikut 6 cara jitu agar kamu menjadi mahasiswa sukses dalam hal manajemen finasial. Lagi KANKER (Kantong Kering) di akhir bulan tapi project kuliah harus dicetak. Mau tau tips manajemen finansial biar tetep bisa ngumpulin tugas tepat waktu? Yuk, baca artikel di bawah ini. Let’s read!!!

1. Memperhatikan pemasukan dan pengeluaranmu setiap bulan

Hal pertama yang harus diperhatikan oleh seorang manajer keuangan pribadi adalah mendaftar dari mana asal pemasukan kamu dan berapa pemasukanmu serta berapa pengeluran kamu setiap bulannya. Pada pengeluaran, mahasiswa mempunyai pengeluaran pasti seperti membayar kos, transportasi, makan, tugas kuliah yang harus mencetak ini-itu, dan lain-lain. Mahasiswa biasanya pemasukan dapat diperoleh dari orangtua untuk menambah pemasukan, harusnya seorang mahasiswa tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang) namun bisa melakukan hal lain seperti membuka usaha kecil-kecilan seperti jualan pulsa, menjadi reseller, dan lain-lain. Walaupun awalnya berat dengan hasil yang sedikit, tetapi setidaknya bisa menambah pemasukan sekaligus membuat orangtua senang karena tidak meminta jatah uang bulana lebih.

2. Membuat rencana dan laporan anggaran setiap bulannya

Membuat rencana anggaran didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan yang mungkin akan ada selama 1 bulan ke depan. Buat rencana sebaik mungkin dengan memperhatikan jumlah pengeluaran tidak boleh melebihi pemasukan. Untuk mengurangi jumlah pengeluaran, mahasiswa harus lebih cerdas dalam memilih tempat jika pengeluaran dilakukan dalam hal cetak tugas dan cetak dokumen pribadi.

Selain rencana, laporan anggaran juga perlu dilakukan guna mengetahui hasil dari perencanaan yang telah dilakukan. Lakukan laporan anggaran setiap akhir bulan karena disitu kamu akan mengetahui mana yang harus dievaluasi, sumber dana mengalir paling besar kemana, adakah kebutuhan-kebutuhan yang tak terduga, dan lain-lain.

3. Menabung untuk masa depan yang lebih cerah

Sebenarnya kegiatan menabung tidak hanya perlu dilakukan oleh mahasiswa, namun seluruh elemen masyarakat. Manfaat menabung bisa dirasakan jangka pendek juga jangka panjang tergantung bagaimana orang tersebut mempergunakannya. Sebagai mahasiswa yang berpikir tentang masa depan tentu kegiatan menabung harusnya rutin dilakukan. Misalnya, dalam satu bulan kamu diberikan Rp. 800.000 maka kamu bisa menyisihkan 10% untuk menabung. Menabung bisa dilakukan di bank-bank yang menerima nasabah mahasiswa, sehingga biaya administrasi bisa lebih kecil bahkan gratis.

Hal-hal kecil seperti ini harus dilakukan secara konsisten agar memberikan manfaat besar bagi mahasiswa karena masa depan yang cerah tidak bisa kita raih dengan duduk santai, kamu harus menabung walaupun jumlahnya kecil namun dilakukan secara rutin. Manfaat ini tentu bisa dirasakan jangka pendeknya seperti, jika kamu membutuhkan dana mendadak dan cepat maka kamu bisa mengambil tabunganmu tersebut. Atau mungkin manfaat jangka panjangnya, dimana setelah menjadi mahasiswa, tugas kita selanjutnya adalah menjadi pekerja atau suami/istri bagi seseorang.

4. Mengutamakan kebutuhan daripada keinginan

Sebagai mahasiswa yang cerdas, kamu juga harus pandai dalam membedakan mana kebutuhanmu dan mana keinginanmu. Kebutuhan disini berarti sesuatu yang benar-benar kamu akan pakai dalam waktu dekat ini sedangkan keinginan adalah sesuatu yang masih bisa ditunda karena belum dipakai dalam waktu dekat. Mahasiswa biasanya tergiur dengan harga murah, diskon, cashback, barang branded, dan sejenisnya yang mana sebenarnya barang tersebut bukanlah suatu kebutuhan. Tidak bisa dipungkiri, di zaman yang serba internet kemudahan bertransaksi secara online mendorong mahasiswa untuk menjadi konsumtif. Mahasiswa harus benar-benar bisa melihat prioritas barang yang harus dibeli.

5. Memasak

Memasak identik dengan aktivitas yang pasti dilakukan oleh ibu-ibu. Sebagai mahasiswa yang nantinya juga ingin menjadi ibu (jika perempuan) bukan hal yang aneh jika kamu bisa memasak sejak sebelum menjadi ibu. Dengan memasak kamu akan lebih hemat, lebih banyak prepare yourself to be a mother. Selain itu, kamu juga bisa menjaga kesehatan dirimu dari makanan-makanan yang berbahaya karena apa yang kamu makan di luar belum tentu bersih dan sehat dari segi kualitas makanan. Untuk mahasiswa laki-laki juga bukan hal yang aneh jika kalian bisa memasak. Coba lihat, banyak koki-koki di hotel itu banyak yang laki-laki. Mahasiswa laki-laki juga perlu belajar memasak agar bisa menghemat pengeluaran sambil belajar.

6. Melakukan investasi

Investasi merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa walaupun kedengarannya masih asing karena selama ini kegiatan investasi dianggap hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa yang mempunyai banyak modal. Kegiatan investasi merupakan salah satu kegiatan yang patut dicoba oleh mahasiswa, selain untuk masa depannya sendiri tapi juga dapat melatih mahasiswa memanajemen finasialnya sejak dini. Namun sebelum melakukan investasi, mahasiswa harus memahami jenis investasi yang cocok. Berikut kami sajikan 3 jenis investasi yang cocok untuk mahasiswa. Pertama, Trading Forex yang mana jenis investasi ini berfokus pada instrumen investasi perdagangan mata uang asing dengan mata uang asing lainnya. Kedua adalah Trading Saham yang mana investasi ini berfokus pada memperjualbelikan lembar saham dengan harga yang berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar dan perusahaan tersebut. Ketiga adalah Obligasi yang mana investasi ini berfokus pada meminjamkan uang kepada negara dan negara akan mengembalikan dengan bunganya.

Sekian tips yang bisa kami bagikan buat kalian semua, folks. Semoga setelah membaca artikel ini bisa menjadikanmu mahasiswa yang aware akan manajerial keuangan untuk dirimu sendiri ya.

Oiya folks, kamu sering mengalami permasalahan tentang desain-mendesain atau cetak-mencetak? Kami tawarkan sebuah solusi untukmu. Permasalahan yang sering dihadapi mahasiswa adalah mereka sering salah tempat untuk menyelesaikan tugas projek kuliah berupa cetak-mencetak. Harga cetak di beberapa percetakan itu sangat mahal. Untuk itu, yuk bergabung bersama kami “CahayaPenaArt” untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahmu dalam hal cetak-mencetak.

Jadi apakah kamu akan memilih CahayaPenaArt untuk dipercaya mencetak tugas-tugas kuliahmu? CahayaPenaArt menyedikan layanan-layanan untuk mencetak undangan, poster, dan lain-lain dengan harga yang terjangkau dengan kualitas barang yang tinggi kamu bisa temukan di CahayaPenaArt. Langsung order dengan terlebih dahulu menelpon ya jika kebutuhanmu mengenai cetak-mencetak tugas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *